Berbagi info berita terbaru, seru, unik, aneh, misteri, religi terbaru

Inilah Isi Dokumen Pemecatan Prabowo Subianto Yang Bocor Ke Publik

Inilah Isi Dokumen Pemecatan Prabowo Subianto Yang Bocor Ke Publik - Menjelang Pilpres 9 Juli 2014 mendatang kubu Prabowo semakin banyak diserang dengan kampanye hitam, salah satunya adalah munculnya dokumen pemecatan Prabowo Subianto yang bocor yang seolah-olah saat ini menjadi komoditi politik agar Prabowo Subianto tidak bisa menjadi Presiden Republik Indonesia ke 7. Kenapa kok bisa bocor ? kenapa kok dari dulu aman-aman saja ? siapa yang membocorkannya ? tentunya ada yang membocorkannya dengan tujuan untuk menjatuhkan elektabilitas Prabowo Subianto. Para mantan jenderal atasan Prabowo Subianto merasa takut jika Prabowo Subianto kelak menjadi Presiden RI ke 7, karena beliau tahu betul siapa-siapa jenderal yang mengabdi pada negara dan yang pengkhianat. Terlebih lagi Prabowo Subianto merupakan sosok yang tegas yaitu antara perbuatan dan tindakan sama dan tidak mencla-mencle.



Seperti diberitakan bahwa Dokumen keputusan Dewan Kehormatan Perwira (DKP) tanggal 21 Agustus 1998 perihal pemberhentian Prabowo dari TNI beredar luas di media sosial. Dokumen itu ditandatangani oleh petinggi TNI AD, antara lain Ketua DKP KASAD Subagyo Hadi Siswoyo, anggota DKP Letjen Susilo Bambang Yudhoyono dan Letjen Agum Gumelar.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Selasa 10 Juni 2014, tak tahu bagaimana dokumen rahasia hasil sidang DKP terhadap Letjen (Purn) Prabowo Subianto itu bisa bocor ke publik.

Purnomo mengatakan sudah minta penjelasan Panglina TNI Jenderal Moeldoko. “Panglima sekarang lagi di Ternate. Saya komunikasi dengan beliau. Saya sudah minta dokumen (pemberhentian Prabowo) itu,” kata Menhan di Istana Negara, Jakarta.

Dia meminta masyarakat tak langsung menuding kebocoran itu terjadi di Markas Besar TNI AD. “Kami belum tahu. Nanti kami beritahu kalau sudah ada hasilnya,” ujar Purnomo.

Isi dokumen

Dalam dokumen yang menurut Istana asli itu, disebutkan bahwa Prabowo memerintahkan Satgas Mawar untuk menangkap dan menahan aktivis kelompok radikal dan Partai Rakyat Demokratik (PRD).
Dokumen itu juga menyebut Satgas Mawar melakukan penculikan bukan atas inisiatif sendiri, melainkan karena percaya pada Prabowo yang menyatakan perintah itu berasal dari pimpinan dan sudah dilaporkan kepada pimpinan.

Masih menurut dokumen itu, penculikan tersebut ternyata tidak dilaporkan Prabowo ke panglima ABRI. Dia baru melaporkannya pada April 1998 setelah didesak Kepala Badan Intelijen ABRI.
Prabowo dalam dokumen itu disebut tidak melakukan pengendalian atas tindakan Satgas Mawar.

Atas dasar itu dan sederetan kesalahan lain yang juga disebut rinci dalam dokumen tersebut, DKP merekomendasikan agar Prabowo diberhentikan dari dinas keprajuritan.

Juru Bicara Presiden SBY Julian Aldrin Pasha menyatakan, SBY –yang ikut menandatangani dokumen itu, menyayangkan bocornya dokumen pemberhentian Prabowo.
“Peredarannya secara luas di masyarakat tidak pada tempatnya. Ini patut disesalkan dan menjadi perhatian di institusi TNI,” kata Julian.

Saat ini TNI sedang menggelar investigasi internal untuk mencari tahu siapa pembocor dokumen DKP itu. Sementara SBY mengatakan Prabowo diberhentikan dengan hormat dari militer dan memperoleh hak pensiun.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Kategori:

ARTIKEL TERKAIT : Inilah Isi Dokumen Pemecatan Prabowo Subianto Yang Bocor Ke Publik