Berbagi info berita terbaru, seru, unik, aneh, misteri, religi terbaru

Misteri Hilangnya Cincin Rasulullah Muhammad SAW

Serunik.com - Misteri Hilangnya Cincin Rasulullah Muhammad SAW. Bagi Anda penggemar cincin batu akik mungkin pernah mendengar tentang cincin Nabi Sulaiman dan cincin Nabi Muhammad SAW. Memakai cincin batu akik memang diperbolehkan selagi tujuannya bukan untuk syirik karena nabi juga memakai cincin akik.

Cincin Nabi Muhammad SAW
Cincin Nabi Muhammad SAW

Nabi kita Muhammad SAW juga memakai cincin. Tetapi cara memakainya itu tidaklah keterlaluan yakni tak lebih dari dua bentuk cincin saja. Terkadang dipakainya satu saja, terkadang di jari tangan kanan dan ada kalanya di jari tangan kiri.

Sangat berlainan dengan orang zaman sekarang. Orang di zaman kita ini apabila berminat dengan cincin dipakainya sepuluh jari dengan sepuluh cincin. Wah jauh sekali perbedaannya ya?

Cincin-cincin Nabi itu dibuat dari perak dan permatanya dari Akik. Dan pernah sekali Nabi Muhammad S.A.W memakai cincin emas sebelum diturunkan ayat yang melarang laki-laki memakai emas. Saat diturunkan ayat itu maka nabi pun segera menanggalkan cincin emasnya dan menyuruh sahabat-sahabatnya yang memakai cincin emas supaya melepasnya.

Nabi kita Muhammmad S.A.W memakai cincin pada jari manisnya yang kanan atau kiri, dan terkadang Nabi juga memakai di jari kelingkingnya kanan dan kiri. Terukir pada cincinnya itu Muhammad Rasulullah.

Nabi mengukir namanya di atas cincin itu. Dengan melakukan itu, Nabi membolehkan umatnya mengukir nama si pemakai di atas cincinnya.

Dalam hadis Nabi S.A.W:
Diriwayatkan dari sahabat Nabi S.A.W yang bernama Anas bin Malik RA. Katanya, ukiran atau tulisan pada cincin Nabi Muhammad S.A.W itu tiga baris, baris pertama Muhammad, baris kedua Rasul dan baris ketiga Allah.

Nama Muhammad ditulis di barisan bawah, tulisan Rasulullah di barisan tengah, dan Allah di barisan atas. Cincin itu cara membacanya terbalik, dari bawah ke atas, karena Nabi tidak ingin namanya berada di atas tulisan Allah.

Dan tersebut di dalam kitab Bahrulmazi, bahwa ijmak ulama fikih menyatakan, makruh hukumnya memakai cincin di jari telunjuk atau jari tengah atau ibu jari, karena Nabi tidak memakai cincinnya pada jari-jari tersebut. Dan makruh juga hukumnya bagi perempuan memakai cincin perak karena cincin perak itu ketentuan bagi laki-laki.

Di Mana Hilangnya Cincin Rasulullah Muhammad SAW?

Tersebut di dalam hadis Sohih Bukhari dan Muslim yang diceritakan seorang sahabat yang bernama Anas bin Malik RA katanya, cincin Nabi S.A.W yang terukir Muhammad Rasulullah itu pada masa hayatnya selalu dipakainya, kemudian setelah wafatnya Nabi S.A.W dipakai pula oleh Sayyidina Abu Bakar RA, kemudian setelah wafatnya Abu Bakar RA dipakai pula oleh Sayyidina Umar RA, kemudiannya lagi setelah wafatnya Sayyidina Umar RA, dipakai oleh Sayyidina Usman RA.

Dan lama masa cincin itu dipakai Sayyidina Usman adalah 7 tahun, kemudian pada satu hari dia pergi ke sebuah perigi yang bernama Aris dan duduk di tepi perigi itu. Kemudian dimain-mainkan cincin di jarinya itu, tiba-tiba cincinnya jatuh ke dalam perigi. Maka kata Anas bin Malik RA yang menceritakan hadis ini, kami turun ke dalam perigi itu untuk mencarinya, kami keringkan airnya tapi tiada kami jumpainya, maka berulang kali kami ke perigi itu selama tiga hari namun semuanya tanpa menemukan cincin tersebut.

Sejak hilangnya cincin Nabi saw itu, keadaan menjadi penuh huru hara, dan terjadi berbagai perselisihan antara kaum Muslimin dan timbul berbagai-bagai pemberontakan. Juga terjadi peperangan dan pembunuhan sehingga Sayyidina Usman sendiri dibunuh pemberontak-pemberontak tersebut. Keadaan ini terjadi hingga zaman kita sekarang. Dan mungkin berkelanjutan hingga hari kiamat.

Jika perhatikan dari peristiwa itu kita memiliki satu kesimpulan bahwa cincin Nabi Muhammad SAW itu mempunyai rahasia seperti mana cincin Nabi Sulaiman AS, yakni apabila hilang cincin itu maka hilanglah kerajaannya. Wallahu Alam…

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Kategori:

ARTIKEL TERKAIT : Misteri Hilangnya Cincin Rasulullah Muhammad SAW