Berbagi info berita terbaru, seru, unik, aneh, misteri, religi terbaru

Inilah Rumah Deni yang Ditembok Warga Saat Dirinya Terlelap Tidur

Inilah Rumah Deni yang Ditembok Warga Saat Dirinya Terlelap Tidur - Entah ada yang warga yang iri, dengki, sirik atau bagaimana, mereka menembok rumah deni ditembok warga secara sepihak di saat deni dan keluarganya tertidur lelap. Dasar kurang ajar warganya mungkin ya. Rumah mewah dua lantai milik Deni ini ditembok warga perumahan Bukit Mas, Bintaro. Aktivitas Deni pun terganggu, sebab warga hanya menyisakan satu celah untuk dilewati oleh Deni dan keluarganya.


Pemandangan tak sedap ini yang tiap hari harus Deni lihat dan telan mentah-mentah. Mobil miliknya pun hanya bisa terparkir di garasi rumah, halamannya ditembok warga setinggi dua meter.

Dari penuturan warga setempat, alasan mereka membatasi halaman rumah Deni dengan tembok karena rumah itu bukan bagian dari wilayah mereka. Sejak membeli rumah tersebut, aslinya rumah Deni memang di luar area perumahan. Namun, karena ingin mendapat akses jalan via kompleks, Deni membongkar pembatasnya.

Dari penuturan warga setempat, alasan mereka membatasi halaman rumah Deni dengan tembok karena rumah itu bukan bagian dari wilayah mereka. Sejak membeli rumah tersebut, aslinya rumah Deni memang di luar area perumahan. Namun, karena ingin mendapat akses jalan via kompleks, Deni membongkar pembatasnya.

Tembok buatan warga yang menutupi rumah mewah berharga Rp2,6 miliar di Kompleks Bukit Mas, Bintaro, Jakarta Selatan, hingga saat ini masih berdiri kokoh.

Tembok itu tidak dibongkar meskipun sang pemilik rumah, Deni Akung sudah mengadukan aksi penembokan itu hingga ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sebagai bentuk pelanggaran HAM.

Warga bersikukuh tidak mau membongkar tembok pembatas itu sebelum Deni mengubah arah pintu depan rumahnya hingga menghadap ke Jalan Mawar yang posisinya di luar kompleks.

Deni pun tak mau kalah, dengan berbagai bukti yang dimilikinya, ia juga tak mau begitu saja mengikuti apa yang dituntut warga itu.

Deni mengatakan, saat ia membeli ke Heru, rumah tersebut ?sudah menghadap ke Jalan Cakra Negara. Kondisi tersebut pun sudah sesuai dengan sertifikat tanah dan dokumen Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang ia miliki.

"Saya beli rumah itu Juni sudah alamat Jalan Cakra Negara Blok E No 7 RT 1/15 di sertifikatnya. Dan di petanya juga menghadap ke Cakra Negara," ujar Denni sambil memperlihatkan sertifikat dan dokumen saat ditemui di Kompleks Bukit Mas, Bintaro, Jakarta Selatan, Kamis 5 November 2015.

Senada dengan Deni, Ade, sang istri juga tidak setuju jika suaminya mengubah arah pintu depan rumah. Menurut Ade, ia tetap berpegang pada hukum yang berlaku.

"Kenapa saya enggak mau ngadep ke Jalan Mawar? Karena IMB dan sertifikat saya ngadep ke Cakra Negara. Kalau saya ngadep ke Jalan Mawar nanti malah salah. Saya enggak mau terjebak dalam situasi itu. Saya hanya berpatokan pada hukum, bahwa IMB dan sertifikat saya ngadep-nya ke Cakra Negara," ucap Ade melanjutkan pengakuan sang suami.

Ade juga menolak tudingan ?telah mengambil tanah fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) di Kompleks Bukit Mas.

Menurut Ade, fasilitas itu hingga kini masih berfungsi seperti semula dan berada di depan batas rumahnya. Hanya saja Ade dan Deni menanami lahan itu dengan rumput dan pohon sebagai bentuk penghijauan.

"Kalau mau menggugat, mau mengembalikan fungsi fasos fasum dan nyuruh menghadap ke Jalan Mawar, ya gugat ke pemerintah dong. Kan yang nerbitin sertifikat sama IMB pemerintah," katanya.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Kategori:

ARTIKEL TERKAIT : Inilah Rumah Deni yang Ditembok Warga Saat Dirinya Terlelap Tidur