Berbagi info berita terbaru, seru, unik, aneh, misteri, religi terbaru

10 WNI Sandera Abu Sayyaf di Filipina Belum Dibebaskan, Sudah Saatnya TNI Maju!

10 WNI Sandera Abu Sayyaf di Filipina Belum Dibebaskan, Sudah Saatnya TNI Maju! - 10 WNI yang disandera oleh kelompok militan Abu Sayyaf masih belum dibebaskan. Kelompok Abu Sayyaf meminta tebusan uang 50 juta peso atau sekitar 15 milyar rupiah atas sanderanya. Sementara itu militer Filipina telah berusaha menyerang kelompok Abu Sayyaf kemarin dan terjadi kontak senjata yang cukup sengit. Sayangnya 18 tentara militer Filipina dilaporkan tewas dalam kontak senjata ini. Pembebasan sandera Abu Sayyaf masih terus dilakukan.

kelompok abu sayyaf

Kenapa banyak tentara militer Filipina banyak yang tewas ?, apakah kurang terlatih dan tidak mengenal medan negaranya sendiri ?. Menurut juru bicara militer Filipina, "Musuh berada di posisi yang lebih tinggi sehingga ke manapun tentara kami berlindung, mereka tetap diserang oleh senjata berat dan bahan peledak buatan," katanya. Jadi seperti masuk ke sarang musuh tanpa tahu seluk beluk sarang tersebut. Menurut pemerintah Filipina, 10 WNI dan beberapa orang warga negara malaysia yang menjadi sandera Abu Sayyaf menjadi prioritas utama agar segera bisa dibebaskan.

Pemerintah Indonesia sendiri melalui Kemenlu masih berkomunikasi dengan pihak Filipina tentang informasi dan posisi kesepuluh sandera WNI. Pemerintah Indonesia juga menghimbau kepada para keluarga para sandera untuk sabar dan tenang, karena pembebasan sandera butuh waktu yang cukup lama karena butuh kesabaran dan ketelitian demi keselamatan sandera itu sendiri. Seperti pembebasan seorang WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf pada 2005 yang lalu, butuh waktu 3 bulan lebih dari Juni hingga September 2005.

Mungkin Anda berpikir kenapa TNI tidak segera diterjunkan untuk membantu pembebasan sandera ?. Dengan adanya Kopassus sebagai pasukan elit TNI diharapkan bisa membebaskan sandera 10 WNI di Filipina. Ternyata tidak semudah itu. Kenapa ?, karena Filipina tidak memiliki pakta militer atau kerjasama militer dengan Indonesia dan menurut pemerintah Filipina tidak sesuai dengan perundangan yang dimiliknya. Tim dari TNI sendiri sudah disiapkan jauh hari sejak berita penyanderaan 10 WNI oleh Abu Sayyaf dan siap diterjunkan jika mendapatkan perintah dari panglima TNI.

Mungkin Filipina punya gengsi yang cukup tinggi, sehingga ingin menunjukkan pada dunia bahwa pihak Filipina sendiri masih bisa mengatasi sendiri pembebasan sandera oleh Abu Sayyaf. Karena jika ada militer negara lain yang berhasil membebaskan sandera, misalnya Kopassus atau tim dari TNI yang berhasil membebaskan sandera, apa kata dunia ?. Dunia tentu kagum dan memuji kehebatan Kopassus sebagai pasukan elit dunia sementara militer Filipina bisa dibuat malu.

Menurut pengamat terorisme Nasir Abbas, kelompok Abu Sayyaf dalam menjalankan aksinya seperti menculik dan menyandera tidak memandang agama orang yang disanderanya, entah itu islam atau kristen, jadi memang secara acak dan sesuai dengan kepentingannya. Seperti menculik 10 WNI yang merupakan awak kapal Brahma karena kapal tersebut memuat batu bara yang penting bagi Abu Sayyaf. Menurutnya kelompok Abu Sayyaf ini ikut-ikutan seperti ISIS yaitu menculik, menyandera dan minta tebusan uang. Kita berdoa saja semoga 10 WNI yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf bisa segera dibebaskan.

Tags:
pembebasan sandera abu sayyaf, operasi pembebasan sandera abu sayyaf, pembebasan sandera wni abu sayyaf, wni disandera abu sayyaf

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Kategori:

ARTIKEL TERKAIT : 10 WNI Sandera Abu Sayyaf di Filipina Belum Dibebaskan, Sudah Saatnya TNI Maju!