Berbagi info berita terbaru, seru, unik, aneh, misteri, religi terbaru

Inilah Fakta Menarik Tentang Kebenaran Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW yang Perlu Anda Ketahui

Fakta Menarik Tentang Kebenaran Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW yang Perlu Anda Ketahui - Bulan Rajab adalah bulan dimana Nabi Muhammad SAW mengalami peristiwa Isra Mi'raj. Isra Mi'raj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan kemudian naik ke langit ketujuh bersama Malaikat Jibril atas perintah Allah SWT untuk menerima wahyu tentang sholat 5 waktu. Peristiwa isra’ mi’raj merupakan peristiwa yang sangat menakjubkan dan menggemparkan dunia waktu itu. Karena pada waktu itu belum terdapat peralatan-peralatan teknologi canggih dan modern, sehingga belum bisa dibuktikan dengan fakta dan kebenaran ilmiah. Peristiwa tersebut dianggap tidak ilmiah dan tidak logis atau tidak masuk akal. Selain itu juga karena pemikiran manusia biasa waktu itu belum sampai menyentuh hal yang sejauh itu dan Rasulullah SAW juga dianggap bermimpi saja. Namun seiring dengan berkembangnya zaman dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, semua anggapan-anggapan yang tidak mempercayai adanya peristiwa tersebut sudah bisa ditepis dan dibantahkan.

fakta menarik isra mi'raj nabi muhammad saw
Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW

Perjalanan isra’ mi’raj juga merupakan perjalanan yang sangat dahsyat dan ajaib, dikarenakan atas kehendak Allah dan Rasulullah SAW hanya diperjalankan saja, bukan melakukan perjalanan sendiri. Firman Allah dalam surat Al-Israa’ ayat 1 telah menyatakan hal tersebut yang artinya:

    "Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui."

Dari semua peristiwa isra’ mi’raj tersebut, pada zaman sekarang bahwa penemuan-penemuan, penelitian-penelitian, fakta-fakta imiah, dan ilmu pengetahuan serta teknologi modern sudah bisa membuktikan dan menemukan kebenaran peristiwa isra’ mi’raj tersebut, antara lain:

Fakta Ilmiah tentang kebenaran Isra Mi'raj

    - Allah Maha Berkehandak, sehingga mampu menghendaki siapaun saja yang dikehendakinya. Seperti peristiwa isra’ mi’raj ini yang merupakan kehendak dari Allah SWT, Rasulullah hanya diperjalankan saja melainkan tidak malakukan perjalanan sendiri.
    - Perjalanan tersebut menggunakan kecepatan cahaya yang kecepatannya sekitar 300.000 km/s. Bukan perjalanan biasa. Isra’ jika dilakukan dengan perjalanan biasa maka akan menempuh waktu yang sangat lama, karena jarak antara kedua kota Mekkah da Yerussalem sangat jauh. Sedangkan mi’raj adalah bukan perjalanan luar angkasa melainkan perjalanan menembus batas dimensi, jika dilakukan dengan perjalanan luar angkasa maka akan menempuh waktu yang sangat lama pula. Bahwa untuk menempuh bintang terdekat dari bumi saja dan bahkan menggunakan pesawat ulang-alik yang merupakan pesawat tercepat di dunia, maka akan menempuh waktu kurang lebih 428 tahun. Waktu itu tidak cukup bagi umur kehidupan kita yang hanya berkisar kurang lebih maksimal 100 tahun saja.
    - Sebelum berangkat untuk diperjalankan dari peristiwa isra’ mi’raj, hati Rasulullah dibelah dan dioperasi dengan sinar laser oleh Malaikat Jibril. Setelah itu diletakkan di penampan emas dan disucikan dengan air zam-zam.
    - Diletakkan di penampan emas karena emas merupakan logam mulia dan superkonduktor yang memiliki hambatan sangat rendah sekali.
    - Disucikan dengan air zam-zam karena air ini sangat mulia dan sangat bagus kualitasnya. Kandungan molekul-molekulnya sangat bagus karena berisikan energi doa dan dzikir para Nabi dan Rasul. Penelitian ilmiah di Jepang saat ini membuktikan bahwa air yang dikasih ucapan kata-kata positif dan bagus, maka molekul-molekul air tersebut akan berubah menjadi sangat bagus dan sebaliknya.
    - Badan Rasulullah diubah menjadi badan cahaya karena akan menempuh perjalanan yang sangat cepat. Jika tidak diubah menjadi badan cahaya, maka badan Rasulullah akan hancur tercerai berai karena ikatan atom dan molekul akan lepas.
    - Perjalanan isra’ mi’raj ini dilakukan pada malam hari, karena jika dilakukan pada siang hari akan sangat membahayakan badan cahaya dan keselamatan Rasulullah SAW. Badan cahaya Rasulullah akan mengalami interferensi cahaya sinar matahari. Hal ini karena salah satu dari sifat gelombang adalah dapat diinterferensikan.
    - Teori yang memungkinkan pada peristiwa isra’ mi’raj tersebut adalah teori Annihilasi. Teori ini mengatakan bahwa setiap materi (zat) memiliki anti materinya. Dan jika materi direaksikan dengan anti materinya, maka kedua partikel tersebut bisa lenyap berubah menjadi seberkas cahaya atau sinar gamma.
    - Hal ini telah dibuktikan di laboratorium nuklir bahwa jika partikel proton direaksikan dengan antiproton, atau elektron dengan positron (anti elektron), maka kedua pasangan tersebut akan lenyap dan memunculkan dua buah sinar gamma, dengan energi masing-masing 0,511 MeV (Mega Electron Volt) untuk pasangan partikel elektron, dan 938 MeV untuk pasangan partikel proton.
    - Sebaliknya apabila ada dua buah berkas sinar gamma dengan energi sebesar tersebut di atas dilewatkan melalui medan inti atom, maka tiba-tiba sinar tersebut lenyap berubah menjadi 2 buah pasangan partikel tersebut di atas. Hal ini menunjukkan bahwa materi bisa dirubah menjadi cahaya dengan cara tertentu yang disebut annihilasi dan sebaliknya.
    - Alam semesta ini diciptakan berpasang-pasangan. secara umum alam terbentuk atas materi dan energi. bisa dikatakan materi adalah bentuk energi yang termampatkan. sebagaimana konsep kesetaraan massa dan energi yang dirumuskan oleh Einstein, bahwa materi dalam kondisi tertentu dapat berubah menjadi energi, dan sebaliknya energi dapat berubah menjadi materi. setiap objek berwujud yang ada dalam alam semesta ini, pada dasarnya tersusun atas materi2 submikroskopik yang kita kenal dengan istilah atom, proton dan neutron serta dikelilingi elektron.
    - Pasangan materi adalah anti materi. materi adalah objek bermassa positif sedangkan antimateri atau antipartikel aldalah objek bermassa negatif. materi dan energi bukan berpasangan, walaupun keduanya bisa saling menjelma. materi jika bertemu dengan antimateri dalam kondisi tertentu akan menjelma menjadi foton (annihilasi). foton tidak memiliki massa namun memiliki energi dan momentum.
    - Annihilasi atau proses pemusnahan terjadi ketika massa antimateri menghapus massa materi, sehingga keduanya lenyap dan menjelma menjadi 2 foton gamma dengan massa yang bernilai nol. sebaliknya, proses penciptaan (creation), jika foton berada pada medan tertentu, maka foton akan berproses menjadi materi. proses ini bisa berlangsung berulang-ulang seperti siklus.

Dari semua fakta-fakta ilmiah diatas, masihkah kita ragu dengan kebenaran peristiwa isra’ mi’raj tersebut? Jika kita masih ragu, maka mungkin Anda perlu mengetahui fakta menarik tentang kebenaran peristiwa Isra Mi'raj berikut ini:

Fakta Menarik Kebenaran Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW

1. Perjalanan Rasulullah SAW

Isra Mi'raj adalah perjalanan Rasulullah saw yang sangat penting bagi umat Islam. Di dalam perjalanan yang terjadi pada tahun ke-10 setelah kenabian Muhammad saw, Allah SWT menyampaikan perintah salat untuk umat manusia. Keajaiban-keajaiban yang terjadi di dalamnya dijelaskan dalam Surat Al-Isra.

2. Jibril datang membangunkan tidur Rasulullah saw

Pada suatu malam, Rasulullah saw sedang berada di rumah sepupunya, Hindun Ummu Hani, putri Abu Thalib. Di rumah ini, sering diadakan salat berjamaah keluarga Hasyim. Setelah selesai salat berjamaah, Nabi saw ditawari oleh Ummu Hani untuk menginap.

Rasulullah saw sempat tertidur sebentar hingga akhirnya beliau terbangun dan pergi ke Kabah. Sesampainya di Kabah, Rasulullah saw kembali merasa mengantuk dan tertidur di Hijr. Saat itulah Rasulullah saw dibangunkan oleh Jibril dan dituntunnya keluar Masjidil Haram.

3. Isra' dari Kabah, Rasulullah saw dan Jibril ke Baitul Maqdis, Yerusalem

Saat Rasulullah saw sampai di Baitul Maqdis, beliau bertemu dengan para nabi terdahulu. Di sana, Rasulullah menjadi imam salat berjamaah dengan nabi-nabi.

Abu Hurairah menuturkan bahwa Rasulullah saw bercerita di hadapan sahabatnya, "Pada malam Isra', aku diperlihatkan dengan jamaah para nabi. Aku melihat Musa yang sedang berdiri mengerjakan salat. Tubuhnya tinggi kekar seakan-akan dia termasuk suku Sanu'ah. Aku juga melihat Isa bin Maryam sedang berdiri mengerjakan salat. Orang yang paling mirip dengannya adalah Urwah bin Mas'ud Ats-Tsaqafi. Aku juga melihat Ibrahim sedang berdiri mengerjakan salat. Orang yang paling mirip dengannya adalah sahabat kalian ini, yakni beliau sendiri. Allah kemudian menyerukan salat, dan aku diperintahkan untuk mengimami mereka." (HR Muslim)

4. Kaum Quraisy Menertawakan Kisah Isra'

Pada keesokan hari setelah Isra' Mi'raj, Rasulullah saw mengundang para kaum Quraisy. Beliau berdiri di samping Kabah dan meminta mereka mendengarkan kisahnya yang dialaminya semalam. Awalnya, orang-orang Quraisy malas-malasan dan acuh tak acuh terhadap beliau. Namun akhirnya mereka mulai berdatangan.

Bahkan salah satu orang Quraisy mendesak Rasulullah saw untuk segera bercerita. Namun, setelah mendengarkan cerita Rasulullah, orang-orang Quraisy menertawakan dan menuding Rasulullah saw linglung dan berbohong. Mereka tak percaya, bagaimana mungkin dalam waktu semalam, Rasulullah saw bisa menempuh perjalanan dari Kabah di Mekah ke Baitul Maqdis di Palestina dan pagi harinya sudah sampai lagi di Mekah.

Sambil terus mengolok-olok Rasulullah saw menanyakan berapa jumlah tiang di Baitul Maqdis. Rasulullah saw pun mengulasnya dengan tepat. Namun orang Quraisy tetap tidak percaya pada cerita beliau. Sejak mendakwahkan Islam, Rasulullah saw menjadi tak pernah dipercayai. Padahal sebelumnya, Muhammad saw mendapat julukan orang yang terpercaya.

Di tengah derai tawa tersebut, Abu Bakar keluar dari kerumunan dan berdiri di samping Rasulullah saw. Dengan lantang Abu Bakar menyampaikan bahwa dia percaya kepada cerita Rasulullah saw. Abu Bakar kemudian mencela kaum Quraisy yang dahulu percaya para nabi, tetapi sekarang tidak. Dengan terang-terangan Abu Bakar membenarkan cerita Rasulullah saw sehingga ia dijuluki Ash-Shiddiq, yaitu orang yang membenarkan.

Mereka yang mendengarkan cerita Nabi saw berulang kali mempertanyakan beberapa hal untuk menguji kebenaran cerita Isra' mi'raj. Beliau juga meramalkan waktu kedatangan beberapa kafilah yang sedang dalam perjalanan ke Mekah. Ternyata kafilah-kafilah tersebut datang di waktu yang disampaikan Rasulullah saw.

Kepada mereka yang di Masjidil Haram beliau hanya menceritakan perjalanannya ke Yerusalem. Tetapi kepada Abu Bakar dan para sahabatnya, Nabi saw menceritakan tentang perjalanannya sampai ke langit ketujuh.

5. Perjalanan Mi'raj, Jibril membelah badan Rasulullah saw

Anas bin Malik menuturkan bahwa Nabi saw bercerita, "Ketika aku ke Baitullah atau Kabah antara tidur dan terjaga, tiba-tiba ada lelaki di antara dua lelaki. Kemudian, mereka membawakan bejana dari emas yang dipenuhi dengan kebijaksanaan dan keimanan kepadaku. Selanjutnya, aku dibedah dari tenggorokan hingga perut bagian bawah. Setelah itu, perutku dibasuh dengan air zamzam, kemudian diisi dengan kebijakanaan (hikmah) dan keimanan. Berikutnya mereka membawakanku binatang berwarna putih yang lebih kecil dari kuda dan lebih besar dari baghal (peranakan kuda dan keledai), yaitu Buraq." (HR Al Bukhari)

Pada kesempatan lain, Abu Dzar Al-Ghifari menceritakan kepada Anas bin Malik bahwa Rasulullah saw bersabda, "Atap rumahku di Mekah dibuka. Jibril kemudian turun dan mengoperasi dadaku, lalu mencucinya dengan air zamzam. Selanjutnya dia membawakan mangkuk besar terbuat dari emas, penuh dengan hikmah (kebijaksanaan) dan keimanan, lalu ditumpahkan ke dalam dadaku, lantas dikatupkannya.

Ia memegang tanganku dan membawaku ke langit dunia. Ketika aku tiba di langit dunia, Jibril meminta penjaga langit untuk membuka pintu langit. Penjaga langit itu bertanya, "Siapakah ini?"

Jibril menjawab, "Ini Jibril". Sang penjaga bertanya lagi, "Apakah Anda bersama seseorang?"

"Ya, aku bersama Muhammad," ujar Jibril. Penjaga kembali bertanya, "Apakah dia diutus?"

"Ya," jawab Jibril. Akhirnya sang penjaga membuka pintu langit.

6. Naik ke Langit, Rasulullah bertemu Adam, Idris, Musa, Isa, dan Ibrahim

Ketika penjaga-penjaga langit membuka pintunya, kami menaiki langit dunia. Tiba-tiba ada seorang lelaki duduk, di sebelah kanannya terdapat hitam-hitam (banyak orang), di sebelah kirinya juga ada hitam-hitam (banyak orang). Apabila memandang ke kanan, orang itu tertawa, namun apabila berpaling ke kiri, dia menangis. Orang itu berkata, "Selamat datang Nabi yang saleh."

Aku bertanya kepada Jibril mengenai orang itu, lalu ia menjawab " Ini adalah Adam dan hitam-hitam yang di kanan dan kirinya adalah jiwa anak cucunya. Yang di sebelah kanan adalah penghuni surga dan hitam-hitam di sebelah kiri adalah penghuni neraka."

Apabila ia berpaling ke sebalah kanan, ia tertawa dan apabila ia berpaling ke kiri, ia menangis. Sampai Jibril menaikkan aku ke langit yang kedua, lalu meminta penjaga untuk membuka pintunya. Penjaga itu mengajukan pertanyaan yang sama, kemudian membuka pintu.

Anas bin Malik, seperti yang ia dengan dari Nabi mengatakan bahwa di beberapa langit itu, Nabi bertemu dengan Adam, Idris, Musa, Isa, dan Ibrahim. Namun beliau tidak menetapkan bagaimana kedudukan (posisi) mereka. Hanya saja, beliau tidak menyebutkan bahwa beliau bertemu dengan Adam di langit dunia dan Ibrahim di langit keenam.

Ketika Jibril bersama Nabi melewati Idris, Idris berkata, "Selamat datang Nabi yang saleh dan saudara laki-laki yang saleh." Nabi kemudian bertanya, "Siapakah ini?"

Jibril menjawab, "Ini adalah Idris." Beliau kemudian melewati Musa, lalu ia pun mengatakan, "Selamat datang, saudara yang saleh dan Nabi yang saleh." Rasulullah saw bertanya, "Siapakah ini?" Jibril menjawab, "Ini adalah Ibrahim." (HR Bukhari)

Dalam perjalanan ini, Rasulullah saw menerima perintah Allah SWT untuk menunaikan salat lima waktu. Segera setelah kembali ke Mekkah pada pagi hari, Rasulullah menyampaikan perintah Allah tersebut kepada para sahabatnya. Sejak itu, perintah salat lima waktu berlaku.

Demikianlah informasi tentang fakta ilmiah kebenaran Isra Mi'raj nabi Muhammad SAW dan fakta menarik tentang kebenaran Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Semoga artikel diatas bisa menambah keimanan Anda pada Allah SWT. Amin.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Kategori:

ARTIKEL TERKAIT : Inilah Fakta Menarik Tentang Kebenaran Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW yang Perlu Anda Ketahui