Berbagi info berita terbaru, seru, unik, aneh, misteri, religi terbaru

Kisah Nyata Keajaiban di Bulan Ramadhan: Semakin Banyak Rejeki Mengalir Karena Menyantuni Anak Yatim

Kisah Nyata Keajaiban di Bulan Ramadhan - Bulan ramadhan memang bulan yang penuh berkah. Inilah saat yang tepat untuk beribadah kepada Allah SWT dengan lebih baik. Bulan ramadhan juga penuh dengan keajaiban, seperti kisah nyata keajaiban di bulan ramadhan ini yang menceritakan tentang kesuksesan seorang pengusaha warung makanan karena ikhlas menyantuni anak yatim bahkan di bulan ramadhan sekalipun. Simak kisah selengkapnya berikut ini.

Sudah 7 Tahun saya merantau dari sumatera ke jakarta. Mencoba mengubah nasib, itulah alasannya ketika ditanya mengapa merantau ke jakarta. Mungkin saja Jakarta yang biasa saya lihat di Tv dapat mengubah garis hidup saya kala itu.

Kisah Nyata Keajaiban di Bulan Ramadhan

Kemampuan saya kala itu adalah berjualan. Dan saya memutuskan berjualan masakan Nasi Padang, khas tanah kelahiran saya. Waktu itu, saya mengontrak rumah kecil di daerah Jakarta Timur. Alhamdulillah, saat berjualan tidak pernah sepi walaupun warungnya masih kecil. Ya, kalau untuk kebutuhan sehari-hari masih tercukupi. Biasanya untuk menghemat pengeluaran, semua saya kerjakan sendiri seperti belanja bahan-bahan, memasak, dan melayani pembeli.

Hingga suatu hari, warung yang berada persis di samping saya mendapat musibah. Tetangga saya meninggal dunia, 6 orang anaknya menjadi yatim. Pasca kematian itu, kehidupan istri beserta anak-anaknya sangat memprihatinkan. Pada saat itu, tiba-tiba ada keinginan untuk membantu mereka. Mengingat kondisi saya yang masih terbatas, maka saya hanya bisa membantu mereka dengan memberi makan gratis di warung saya.

Bertahun-tahun saya lakukan semua itu tanpa tahu maknanya. Saya gak tau sama sekali hadis nabi tentang anak yatim, sholat saja saya masih suka bolong-bolong. Maklum saja, di kampung sana saya masih belum mengenal arti hidup yang sesungguhnya. Semakin lama tak terasa anak yatim  yang saya santuni semakin bertambah, dari yang jumlahnya hanya 6 orang hingga akhirnya sekarang alhamdulillah saya mengasuh 150 anak yatim.

Subhanallah memang, kalau bukan karena Allah SWT, tidak mungkin anak-anak yatim berdatangan ke warung saya. Setiap hari jumat rutin, mereka semua berkumpul di warung saya untuk makan bersama. Seusai makan biasanya saya memberikan amplop dengan nominal yang tidak terlalu besar. Banyak sekali dari teman-teman yang bertanya mengenai tindakan saya. Apa tidak rugi? Entahlah, saya tidak terlalu menghiraukan. Faktanya malah warung saya semakin ramai oleh pembeli semenjak kedatangan anak-anak yatim itu.

Saya sampai tidak percaya dengan perubahan yang terjadi dalam hidup saya. Dari menyewa warung kecil hingga akhirnya saya bisa membeli bahkan saya membelinya serta merenovasinya. Tidak sampai distu saja, kini saya bisa memiliki rumah sendiri di Jakarta serta saya sudah bisa membuka cabang warung padang dimana-mana. Bahkan saya bisa membawa keluarga pindah ke jakarta.

Subhanallah. Maha Suci Allah!

Berkah menyantuni anak yatim benar-benar terasa saat memasuki bulan ramadhan. Disaat pengusaha makanan yang lain merasa was-was dengan omset tapi kami alhamdulillah santai saja. Bayangkan saja, dari subuh hingga ashar tidak ada sama sekali pemasukan. Kami masih bertahan. Logikanya memang sulit dibayangkan kalau sudah Allah yang merencanakan.
Yang saya garis bawahi adalah keyakinanan. Jika kita memang sudah berprasangka buruk dengan banyaknya kerugian yang didapat selama di bulan ramadhan maka itulah yang akan terjadi pada diri kita. Nah, sebaliknya jika kita pintar berprasangka baik kepada Allah maka itu juga yang akan terjadi pada kita.

Berkat husnuzhon kami dan konsistensi kami memelihara anak yatim maka alhamdulillah kami sekeluarga beserta karyawan libur sebulan penuh dan fokus beribadah. Lho kok bisa? Inilah rahasia ilahi. Entah mengapa, sebulan sebelum puasa biasanya Allah sudah menyiapkan rejeki kami sebelum memasuki bulan ramadhan. Biasanya orderan membludak dan pembeli benar-benar rame ketika itu. NAh setelah itu, kami tinggal menghitung uang untuk persiapan ramadhan sekaligus idul fitri.

Saya selalu ingat pada satu ayat Al Quran yang mengatakan,

“Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat-gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak.” [QS. Al-Hadid: 11]

Semoga saja kisah saya ini dapat menginpirasi para pembaca untuk turut serta menyantuni anak yatim dan selalu berbaik sangka kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Jangan pernah “itung-itungan dengan-Nya karena selama ini Dia tak pernah “itung-itungan” sama kita yang  telah banyak diberi nikmat.

Akhir kata saya hanya ingin berucap ,  “Hasbunallah wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’man nashir”. (Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung).

“Ya allah, sesungguhnya hanya dengan bersyukur hati menjadi sejuk. Saya percaya sekali bahwa semua kesulitan, ketakutan, rejeki dan seluruh isi alam raya ini hanya milik Allah. Maka dari itu jangan pernah berpaling dari-Nya. Sekalipun!.

Kisah nyata ini diambil dari wawancara langsung dengan Pak Abdullah dengan Hidayatullah, di warungnya yang berada di Jakarta Timur. Semoga kisah nyata keajaiban di bulan ramadhan diatas bisa memberikan pelajaran untuk kita semua.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

ARTIKEL TERKAIT : Kisah Nyata Keajaiban di Bulan Ramadhan: Semakin Banyak Rejeki Mengalir Karena Menyantuni Anak Yatim