Berbagi info berita terbaru, seru, unik, aneh, misteri, religi terbaru

SUBHANALLAH...Bersyukurlah Wahai Muslim Indonesia, Ternyata Habib Rizieq Seperti Umar Di Zaman Rasululloh Dalam Melawan Kemungkaran!

SUBHANALLAH...Bersyukurlah Wahai Muslim Indonesia, Ternyata Habib Rizieq Seperti Umar Di Zaman Rasululloh Dalam Melawan Kemungkaran! - Jika kita bicara tentang sosok Habib Rizieq, pemimpin tertinggi FPI (Front Pembela Islam), mungkin cukup banyak yang nyinyir dan tidak suka. Padahal jika kita mau sedikit saja membuka hati kita, maka kita perlu bersyukur Indonesia memiliki Habib Rizieq yang dengan tegas dan keras memberantas kemaksiatan seperti merazia warung remang-remang, minuman keras dll. Jika dilihat sekilas pasti banyak yang tidak suka dengan Habib Rizieq karena kelakuannya, namun dibalik itu kerasnya beliau, dia hanya ingin menegakkan Amal Ma'ruf Nahi Munkar yang harus ditegakkan bersama demi kemajuan islam di Nusantara ini.


Amal Ma'ruf Nahi Munkar ini harus tegak bersama, tidak bisa berdiri sendiri jika islam ingin maju di Nusantara. Cukup banyak ulama, ustad, habib atau kiai yang sudah menyebarkan dakwah Amar Ma'ruf ini, namun mungkin hanya satu orang saja yang menegakkan Nahi Munkar ini yaitu Habib Rizieq. Karena dengan ketegasannya beliau benar-benar melawan kemungkaran secara nyata dengan melakukan aksi yang benar-benar untuk membela islam. Misalnya merazia miras saat ramadhan, merazia warung remang-remang, merazia perjudian dsb. Mungkin bagi Anda yang hanya 'islam KTP' akan melihat hal itu sebagai kekerasan, namun itu bukanlah kekerasan tetapi sebagai bentuk melawan kemungkaran. Bisa dibilang Habib Rizieq ini adalah seperti Umarnya Indonesia.

Bagi Anda muslim sejati yang tahu tentang sejarah islam, tentu tahu sikap keras Umar bin Khattab pada zaman Rasululloh. Umar bin Khattab memang keras, bahkan mungkin lebih keras dari Habib Rizieq dalam melawan kemungkaran. Sebuah postingan dari netizen di media sosial ini mungkin akan membuka mata hati Anda tentang siapa Habib Rizieq sebenarnya. Simak selengkapnya dibawah ini.

Setahun yang lalu, saya masih sangat membenci sosok yang satu ini. "Anarkis, arogan, angkuh..." Begitu ku pikir,
Sepak terjang nya sering membuat saya mengurut dada sambil beristighfar.
Astaghfirullah al adhim...begitulah saya yg awam menyikapi beliau. Bukan tanpa alasan, saya melihat beliau jauh dari nilai nilai Islami, suka kekerasan, dikit dikit beliau bilang "haram" maen razia, dll, dsb, dst. Dan itu bukan pandangan saya saja, namun juga sebagian besar teman teman saya.
Kebencianku pada beliau makin membuncah, ketika beliau berteriak lantang mengatakan haram memilih pemimpin non muslim. Dengan retorika nya yg menggebu gebu Gubernur Muslim untuk Jakarta, membuat rasa ga suka pada beliau makin membuncah. Aku mulai posting ketidak setujuanku pada nya via medsos. Tak kusangka, seorang sahabat ku mengomentari postingku. Dia bilang,

"Sophie, kamu harus banyak belajar tentang Islam. Bahwa Islam hanya bisa tegak berdiri setelah kita bisa menegak kan Amar ma'ruf dan Nahi Mungkar secara bersamaan. Banyak ulama kita yg terus menganjurkan kita untuk ver Amar Ma'ruf. Tapi seorangpun dari mereka yg mau meneriakan pada kita untuk ber Nahi Munkar. Selama kita hanya mau mengurusi Amar Ma'ruf tanpa nahi mungkar, srlama itu pula Islam akan terus di injak injak."

Aku membalas komen nya, "Teh, negeri kita ini dalam kondisi yg aman, damai dan tentram. Amar ma'ruf saja sudah cukup, tak perlu nahi mungkar. Itu mah alasan para teroris saja Teh..."

Dia membalas lagi, " Ya Allah, Phie, ternyata kamu juga harus banyak meng Iqro, membaca dan mengamati. Benarkah negeri ini aman, damai tentram???
Semoga Allah memberi mu hidayah. Aamiin"

Perasaan saya mulai tidak enak dengan jawaban sahabat tadi. Saya pun bergegas menemui guru kami, Aa Gym. Saya utarakan pandangan saya pada Aa. Di luar dugaan Aa menjawab, " Amar ma'ruf Nahi munkar harus tegak bersama. Biarkan Aa bagian Amar Ma'ruf nya dan Habib Rizik bagian Nahi mungkar nya."

Jawaban dari sahabat saya dan Aa Gym membuat saya mulai mencari tau siapa Habib Rizik sebenar nya. Saya mulai mempelajari srpak terjang nya, saya pelajari aksi aksi nya, saya pelajari biografi nya, saya putar semua ceramah ceramah dan pidato pidato beliau.

Masha Allah, tak ada kata kata beliau yg salah, tidak ada sepak terjang dan aksi beliau yg salah. Semua wajar dan bisa dipertanggung jawabkan.

Hingga suatu hari, saat saya mudik, Ayahanda tercinta berkata, " Sophia, Islam jaya diseluruh dunia karena 4 karakter Khulafaur Rasyidin. Abu bakar yg begitu taat, Umar yg keras dan teguh pendirian, Utsman yg pengusaha dan Ali yg seorang cendekiawan. Banyak sekali ulama ulama kita dan dunia yg telah mewakili karakter Abu Bakar, Utsman dan Ali. Tapi hanya sati yg bisa mewakili Umar, yaitu Habib Rizik. Bisakah kamu bayang kan jika Umar tidak mendapat hidayah saat itu? Siapa yg membakar semangat kaum muslimin saat itu kala mereka terpuruk? Siapa yg paling depan.membela Islam saat islam di hina ?

Umar adalah hadiah dari Allah saat itu, Nabi Muhammad SAW sendiri yg meminta pada Allah, "Jadikanlah Abu Jahal atau Umar sebagai pembela kami..." Dan ternyata Allah memberi Umar untuk kaum muslimin. Demikian pula Habib Rizik, beliau adalah hadiah dari Allah untuk umat Islanm Indonesia ...." ayahanda terus bercerita ttg Umar dan Habib....

Dan semua itu terbukti....
Ketika sosok yg dulu sempat saya idolakan tiba tiba berkata menyakitkan umat, Habib lah yg pertama berteriak membangkitkan harga diri kami.....

Semoga postingan diatas bisa membuka hati Anda semua tentang bagaimana menegakkan Amar Ma'ruf Nahi Munkar demi tegaknya islam di Indonesia tercinta ini. Jika Anda tidak sanggup melawan kemungkaran, maka cukup bantu dengan doa saja, doakanlah agar Habib Rizieq selalu dalam lindungan Allah SWT, karena dengan tangannya beliau dengan tegas dan keras melawan kemungkaran di negeri kita tercinta ini, demi membela islam layaknya Umar bin Khattab. Amin.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Kategori: